Hari Selasa, 14 Pebruari 2009 SMA Negeri 1 Membalong bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung yang difaslitasi oleh Puskesmas Membalong mengadakan penyuluhan penyakit yang sedang populer di masyarakat, yaitu penyakit Chikungunya. Kegiatan ini dimulai pada pukul 10.30 WIB bertempat di Laboratorium Fisika SMA N 1 Membalong, yang ikuti oleh seluruh warga sekolah ( siswa, dewan guru, dan staf TU ), Pegawai Puskesmas Membalong, dan pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung.
Vera selaku nara sumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung memaparkan bahwa Chikungunya atau yang lebih dikenal dengan sebutan lumpuh sesaat adalah sejenis demam virus yang disebabkan oleh virus Chikungunya yang termasuk ke dalam famili Togaviridae, genus Alphavirus yang disebabkan oleh gigitan dari spesies Aedes Aegypti. Penyakit chikungunya ini pertama kali ditemukan pertama kali di Tanzania, Afrika pada tahun 1952. Di Indonesia sendiri penyakit ini pertama kali ditemukan pada tahun 1973 di kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Gejala penderita chikungunya antara lain :
Tubuh tiba-tiba terasa demam mencapai suhu 39 0C diikuti linu di persendian.
Salah satu gejala yang khas adalah timbulnya rasa pegal-pegal, ngilu, serta timbul rasa sakit pada tulang. Makanya penyakit ini sering dinamakan penyakit demam tulang/ flu tulang.
Pada anak kecil ditandai dengan demam mendadak, kulit kemerahan, mata merah, tanda-tanda flu, dan kejang.
Pada anak yang lebih besar ditandai rasa sakit pada otot dan sendi, serta pembesaran kelenjar getah bening.
Pada orang dewasa ditandai dengan rasa nyeri pada otot dan sendi, serta mual sampai muntah.
Chikungunya bisa ditularkan oleh penderita ke orang lain melalui vektor(pembawa penyakit ) nyamuk aedes aegypti. Penderita sakit digigit oleh nyamuk penular kemudian nyamuk penular menggigit orang lain dengan masa inkubasi 2-4 hari. Chikungunya bukan penyakit yang berbahaya, tidak menyebabkan kelumpuhan permanen atau kematian. Biasanya setelah lima hari berangsur reda, rasa nyeri pada sendi dan otot mulai berkurang. Makanya virus ini termasuk self limiting disaesa (sembuh dengan sendirinya ). Orang yang pernah terkena penyakit Chikungunya kemungkinan kecil bisa terserang lagi karena pada tubuh penderita akan membentuk antibodi.
Penyakit Chikungunya ada kemiripannya dengan demam berdarah dan sampai saat ini belum ditemukan obat atau vaksinnya. Penanganan yang bisa diberikan kepada penderita adalah dengan pemberian obat penurun panas dan penghilang rasa sakit dan nyeri.
Sedangkan langkah preventif/ pencegahan yang bisa dilakukan agar terhindar dari penyakit chikungunya adalah dengan cara sebagai berikut :
Istirahat cukup, banyak minum, makan makanan bergizi, serta vitamin penguat daya tahan tubuh.
Membasmi nyamuk pembawa pembawa virus dengan Pembasmian Sarang Nyamuk (PSN ) melalui 3M ( Menutup, Mengubur, Menguras ) secara teratur setiap minggu, menaburkan larvasida serta memelihara ikan pemakan jentik.
Lindungi diri dari gigitan nyamuk terutama siang hari.
Gunakan obat gosok, memakai kelambu, dan pemasangan kasa di rumah.
Bekerja sama dengan instansi terkait dalam hal ini Puskesmas atau Dinas terkait untuk melakukan fogging (pengasapan ).
Dinas Kesehatan sampai saat ini (pertengahan April) telah mencatat sebanyak 2.128 kasus chikungunya yang terjadi di Kabupaten Belitung, yang meliputi : Gunung Riting sebanyak 349 kasus, Tanjung rusa 234 kasus, Air Seruk 205 kasus, Sijuk 205 kasus, membalong 122 kasus, Keciput 112 kasus, Air Selumar 107 kasus, Air Saga 87 kasus, Sungai Samak 70 kasus, dan Kembiri sebanyak 63 kasus.
Sementara dalam sambutanya Sutra indaini selaku kepala SMA N 1 Membalong mengharapakan dengan penyuluhan ini siswa bisa menjaga kesehatan dengan langkah pencegahan (preventif) sekaligus menjadi agen untuk menyampaikan informasi tentang Chikungunya ini di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitarnya.
Sementara di tempat terpisah Al’umat Sumarno selaku dewan guru SMA N 1 Membalong menjelaskan: “sampai pertengahan April 2009 ini sudah sekitar 17 orang siswa SMA N 1 Membalong sudah terkena penyakit Chikungunya. Sehingga sedikit banyak berpengaruh pada proses kegiatan pembelajaran di sekolah. Penderita Chikungunya penangananya sebagian melaui rawat jalan(pengobatan) dan sebagian lagi sampai harus menjalani rawat inap di Puskesms Membalong”. (Buletin B'Smart)
Vera selaku nara sumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung memaparkan bahwa Chikungunya atau yang lebih dikenal dengan sebutan lumpuh sesaat adalah sejenis demam virus yang disebabkan oleh virus Chikungunya yang termasuk ke dalam famili Togaviridae, genus Alphavirus yang disebabkan oleh gigitan dari spesies Aedes Aegypti. Penyakit chikungunya ini pertama kali ditemukan pertama kali di Tanzania, Afrika pada tahun 1952. Di Indonesia sendiri penyakit ini pertama kali ditemukan pada tahun 1973 di kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Gejala penderita chikungunya antara lain :
Tubuh tiba-tiba terasa demam mencapai suhu 39 0C diikuti linu di persendian.
Salah satu gejala yang khas adalah timbulnya rasa pegal-pegal, ngilu, serta timbul rasa sakit pada tulang. Makanya penyakit ini sering dinamakan penyakit demam tulang/ flu tulang.
Pada anak kecil ditandai dengan demam mendadak, kulit kemerahan, mata merah, tanda-tanda flu, dan kejang.
Pada anak yang lebih besar ditandai rasa sakit pada otot dan sendi, serta pembesaran kelenjar getah bening.
Pada orang dewasa ditandai dengan rasa nyeri pada otot dan sendi, serta mual sampai muntah.
Chikungunya bisa ditularkan oleh penderita ke orang lain melalui vektor(pembawa penyakit ) nyamuk aedes aegypti. Penderita sakit digigit oleh nyamuk penular kemudian nyamuk penular menggigit orang lain dengan masa inkubasi 2-4 hari. Chikungunya bukan penyakit yang berbahaya, tidak menyebabkan kelumpuhan permanen atau kematian. Biasanya setelah lima hari berangsur reda, rasa nyeri pada sendi dan otot mulai berkurang. Makanya virus ini termasuk self limiting disaesa (sembuh dengan sendirinya ). Orang yang pernah terkena penyakit Chikungunya kemungkinan kecil bisa terserang lagi karena pada tubuh penderita akan membentuk antibodi.
Penyakit Chikungunya ada kemiripannya dengan demam berdarah dan sampai saat ini belum ditemukan obat atau vaksinnya. Penanganan yang bisa diberikan kepada penderita adalah dengan pemberian obat penurun panas dan penghilang rasa sakit dan nyeri.
Sedangkan langkah preventif/ pencegahan yang bisa dilakukan agar terhindar dari penyakit chikungunya adalah dengan cara sebagai berikut :
Istirahat cukup, banyak minum, makan makanan bergizi, serta vitamin penguat daya tahan tubuh.
Membasmi nyamuk pembawa pembawa virus dengan Pembasmian Sarang Nyamuk (PSN ) melalui 3M ( Menutup, Mengubur, Menguras ) secara teratur setiap minggu, menaburkan larvasida serta memelihara ikan pemakan jentik.
Lindungi diri dari gigitan nyamuk terutama siang hari.
Gunakan obat gosok, memakai kelambu, dan pemasangan kasa di rumah.
Bekerja sama dengan instansi terkait dalam hal ini Puskesmas atau Dinas terkait untuk melakukan fogging (pengasapan ).
Dinas Kesehatan sampai saat ini (pertengahan April) telah mencatat sebanyak 2.128 kasus chikungunya yang terjadi di Kabupaten Belitung, yang meliputi : Gunung Riting sebanyak 349 kasus, Tanjung rusa 234 kasus, Air Seruk 205 kasus, Sijuk 205 kasus, membalong 122 kasus, Keciput 112 kasus, Air Selumar 107 kasus, Air Saga 87 kasus, Sungai Samak 70 kasus, dan Kembiri sebanyak 63 kasus.
Sementara dalam sambutanya Sutra indaini selaku kepala SMA N 1 Membalong mengharapakan dengan penyuluhan ini siswa bisa menjaga kesehatan dengan langkah pencegahan (preventif) sekaligus menjadi agen untuk menyampaikan informasi tentang Chikungunya ini di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitarnya.
Sementara di tempat terpisah Al’umat Sumarno selaku dewan guru SMA N 1 Membalong menjelaskan: “sampai pertengahan April 2009 ini sudah sekitar 17 orang siswa SMA N 1 Membalong sudah terkena penyakit Chikungunya. Sehingga sedikit banyak berpengaruh pada proses kegiatan pembelajaran di sekolah. Penderita Chikungunya penangananya sebagian melaui rawat jalan(pengobatan) dan sebagian lagi sampai harus menjalani rawat inap di Puskesms Membalong”. (Buletin B'Smart)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar